Ensiklopedia Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”
Assalamualaikum Wr Wb..
Ensiklopedi pertama di tanah air yang di susun oleh anak bangsa, bukan karya terjemahan. Untuk lebih mengenal suri tauladan Rasulullah SAW, setiap keluarga muslim selayaknya memiliki Ensiklopedi yang sangat berharga ini.
Karya Dr Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia
“Super Leader Super Manager” dari buku ke Ensiklopedia
Dari sisi judul, Ensiklopedia ini sangat mirip dengan buku kami yang terdahulu ” Muhammad SAW, Super Leader Super Manager“, (IBF Award Winner 2009) karena memang ensiklopedia merupakan tafsir atau syarah dari buku tersebut.
Didalam terdapat 8 spektrum leadership dan managerial Rasulullah SAW yang terdiri dari :
- Kepemimpinan dan Pengembangan Diri (Self Leadership & Personal Development)
- Kepemimpinan Bisnis dan Kewirahusaan (Business & Enterpreneurship Leadership)
- Manajemen Keluarga Hamonis (Managing A Harmonius Family)
- Manajemen Dakwah (Dakwah Management)
- Kepemimpinan Sosial Politik (Social & Political Leadership)
- Pembelajar dan Guru Peradaban (Learner & Educator)
- Pengembangan Hukum (Legal Development)
- Kepemimpinan dan Strategi Militer (Military Strategy and Leadership)
- Kepemimpinan dan Pengembangan Diri (Self Leadership & Personal Development)

Rasulullah Saw adalah seorang yang mampu mengembangkan diri dan mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa. Ia terlahir yatim, usia 6 tahun yatim piatu dan diasuh sang kakek. Usia 8 tahun kakek pun meninggal dan dititipkan ke sang paman yang relatif miskin. Dalam usia dibawah 10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi penggembala, mencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan untuk penduduk Mekkah. Hingga akhirnya menjadi pengusaha tangguh nyaris tanpa Modal. Bagaimana Muhammad Saw muda melakukan ini semua?
- Kepemimpinan Bisnis dan Kewirahusaan (Business & Enterpreneurship Leadership)

Rasulullah Saw adalah model sukses bisnis. Ia membangun jiwa entrepreneurship, memulai bisnis dengan minim modal, membangun kepercayaan para investor, menjelajahi pasar pasar regional Jazirah. Nabi menetapkan kebijakan ekonomi politik yang mampu menopang berkembangnya peradaban baru. Ia membangun Baitul Mal (Federal Reserve) dan mengadopsi mata uang anti inflasi. Ia menyatakan perang terhadap korupsi seraya mendorong kreatifitas dan innovasi dalam berbagai bidang industri dan perdagangan global. Ia mengajarkan ummatnya untuk hidup kaya dalam taqwa, zuhud dalam keberlimpahan, mandiri serta memberdayakan sesama.
- Manajemen Keluarga Hamonis (Managing A Harmonius Family)

Salah satu sisi kehidupan Rasulullah Saw yang paling banyak disalah fahami adalah aspek kehidupan keluarganya. Kita jarang mengkaji berapa usia Rasul saat menikah lagi, bagaimana kondisi sosial ekonomi janda janda tua yang dinikahi rasul, berapa jumlah anak bawaan janda tersebut, bagaimana dampak dakwah dan kemenangan sosial politis yang ditimbulkan. Bagaimana rasul menjadi kakek teladan, suami yang bijaksana, ayah idaman keluarga serta mertua yang penuh pengertian. Ia menyapu rumahnya sendiri, mejahit pakaiannya yang robek dan meyiapkan masakan di dapur.
- Manajemen Dakwah (Dakwah Management)

Jumlah kaum Muslimin yang tidak kurang dari 1,3 Milyar orang yang tersebar di seluruh penjuru dunia adalah bukti yang tidak terbantahkan dari kesuksesan Manajemen Dakwah Rasulullah Saw. Ia mengajak manusia untuk menempuh jalan hidayah, jalan yang lurus, lempang dan terang berderang. Ia mengajar manusia untuk memikirkan makna dan tujuan hidup. Apa yang harus dilakukan saat hidup dan apa yang akan dibawa setelah berakhirnya hidup. Diatas itu semua ia mengajarkan dunia tentang kebebasan beragama. Ia mengajarkan hidup rukun dan toleransi dengan pemeluk agama lain.
- Kepemimpinan Sosial Politik (Social & Political Leadership)

Masyarakat madinah adalah masyarakat yang kompleks dan heterogen. Dikalangan Muslim ada kaum Muhajirin dan Anshar bahkan tidak sedikit juga yang Munafik dibawah pimpinan Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul. Dikalangan non Muslim ada yang menganut Paganisme, Nashari dan Yahudi. Kaum paganisme memiliki Raja nya sendiri Ka’ab Ibn Ashraf. Yahudi pun bersuku suku seperti Bani Nadhir, Bani Quraidzah dan Bani Qunaiqa’. Dengan piawai Rasulullah Saw menciptakan keharmonisan di Madinah. Ia juga menjalin hubungan diplomasi dengan pimpinan regional Jazirah.
- Pembelajar dan Guru Peradaban (Learner & Educator)

Rasulullah Saw adalah pembelajar sejati dan guru besar peradaban dunia. Meski tumbuh dikalangan yang minim praktek baca tulis, Rasulullah adalah pembelajar yang cepat. Ia belajar dari pasar, teman teman, perjalanan dagang dan alam. Nabi mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi ilmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Lebih dari itu ia pun memberikan puluhan teladan holistic learning method. Bahwa proses belajar mengajar yang efektif memerlukan scanning & levelling, active interaction dan learning conditioning. Belajar baru membuahkan hasil jika ada story telling, analogy & case study, body language, self reflection, focus & point basis dan affirmation & repetition.
- Pengembangan Hukum (Legal Development)

Mahkamah Agung Amerika Serikat (Supreme Court) memberikan pengakuan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai satu dari 18 Law Giver terbesar sepanjang sejarah bersama Hammurabi, Julius Caesar, Justinian dan Charlemagne. Sistem hukum yang diajarkan Rasulullah Saw juga mencerminkan bahwa Hukum Islam itu syumul (menyeluruh), jalb al-mashalih (mengedepankan kemaslahatan), tadarruj (unsur pentahapan) dan qilatu Taklif (tidak membertakan). Ia bersifat murunah (flexible) wasatiyah (moderasi), serta penuh keadilan (al-adalah).
- Kepemimpinan dan Strategi Militer (Military Strategy and Leadership)

Selama 10 tahun mempertahankan kedaulatan Islam, Rasulullah telah memimpin tidak kurang dari 9 perang besar dan mengatur 53 ekspedisi militer. Tetapi dalam interaksi militer yang luar biasa besar dan panjang itu korban jatuh hanya 379 jiwa saja. Jauh dibawah 15.323.100 jiwa pada perang dunia pertama dan 62.537.400 jiwa pada perang dunia kedua. Rasulullah mengajarkan bahwa strategi harus diawali dengan musyawarah, selalu waspada, tidak mudah marah, bersikap adil kepada semua pasukan, mengapresiasi yang berprestasi dan minimalisir jumlah korban. Perang bukanlah untuk menumpas manusia tetapi menyingkirkan sebagian orang yang menjadi penghalang kebenaran.
-
http://studio-01.co.id Yusuf Yudhistira
-
dimitrianshah


































